Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Refleksi Akhir Tahun 2025, Polres Madiun Catat Penurunan Kriminalitas dan Pengungkapan Narkoba Signifikan

| Desember 29, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-29T13:07:59Z
Polres Madiun Mencatatkan Capaian Kinerja Positif Sepanjang Tahun 2025|Senin,29 Desember 2025|Dok: Eng

GarudaNews86: Senin (29/12/2025), Kepolisian Resor (Polres) Madiun mencatatkan capaian kinerja positif sepanjang tahun 2025. Dalam agenda Refleksi Akhir Tahun, jajaran Polres Madiun memaparkan sejumlah keberhasilan strategis, mulai dari penurunan angka kriminalitas, pengungkapan kasus narkoba berskala besar, hingga penguatan inovasi pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Berdasarkan data evaluasi, angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Madiun tercatat menurun sebesar 4,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara tingkat penyelesaian perkara (crime clearance) tetap berada pada level stabil dan efektif, mencerminkan konsistensi kinerja penegakan hukum.

Kapolres Madiun Kabupaten, AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh personel Polres Madiun yang didukung partisipasi aktif masyarakat.

“Penurunan angka kriminalitas ini bukan semata keberhasilan Polri, melainkan buah dari sinergi yang baik antara kepolisian dan masyarakat. Upaya preventif melalui patroli rutin, penguatan deteksi dini, serta respons cepat terhadap laporan warga terbukti efektif,” ujar AKBP Kemas.

Meski tren kriminalitas menurun, Kapolres menegaskan jajarannya tidak akan berpuas diri. “Kami tidak akan lengah. Capaian ini justru menjadi pemacu untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan profesionalisme penegakan hukum ke depan,” tegasnya.

Di bidang pemberantasan narkoba, Polres Madiun mencatat lonjakan signifikan pada jumlah barang bukti yang berhasil diamankan. Sepanjang 2025, sabu-sabu yang disita mencapai 1.300,55 gram, meningkat tajam hingga 1.821,4 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya 67,6 gram.

Meski jumlah tersangka tercatat sedikit menurun, Kapolres menilai hal tersebut justru menunjukkan keberhasilan Polres Madiun dalam memutus mata rantai peredaran narkotika.

“Kami fokus menghantam jaringan dan bandar. Sitaan sabu lebih dari satu kilogram ini menjadi bukti keseriusan kami dalam memberantas narkoba dan menyelamatkan generasi muda,” ungkapnya.

Selain narkoba, Polres Madiun juga terus menggencarkan operasi penertiban minuman keras. Sepanjang tahun 2025, ratusan botol miras berhasil diamankan guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Inovasi Pelayanan Publik Humanis
Tak hanya mengedepankan penegakan hukum, Polres Madiun juga memperkuat pendekatan humanis melalui berbagai inovasi pelayanan publik. Sejumlah program unggulan yang mendapat respons positif dari masyarakat di antaranya:

Koplingmas (Kopi Keliling Kamtibmas) sebagai ruang dialog santai antara polisi dan warga.
Mobil SiGAPP, layanan keliling untuk pelayanan administrasi dan pengaduan masyarakat hingga pelosok desa. Patroli Srikandi Polwan, yang mengedepankan pendekatan persuasif dan empatik di ruang publik.

“Polisi harus hadir bukan hanya saat ada masalah, tetapi juga dalam keseharian masyarakat. Melalui program ini, kami ingin pelayanan Polri dirasakan langsung, cepat, transparan, dan tanpa sekat,” jelas Kapolres.

Dalam rangka menjaga integritas institusi, Polres Madiun menerapkan prinsip reward and punishment secara tegas dan transparan. Sepanjang 2025, sebanyak 39 personel menerima penghargaan atas prestasi dan dedikasi, termasuk dalam pengungkapan kasus menonjol seperti tabrak lari dan pencurian dengan pemberatan.

Di sisi lain, sanksi disiplin dan kode etik juga dijatuhkan kepada oknum anggota yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Penghargaan dan sanksi harus berjalan beriringan. Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik dan marwah institusi Polri,” tandas AKBP Kemas.

Menutup refleksi akhir tahun, Kapolres Madiun menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk 14 perguruan silat di Kabupaten Madiun yang telah berkomitmen menjaga kondusivitas wilayah melalui deklarasi Pesilat Pemersatu Bangsa.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri, melainkan tanggung jawab kita bersama. Sinergi inilah yang akan terus kami jaga demi Madiun yang aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya. (Eng)



Editor: Redaksi
×
Berita Terbaru Update