Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Labuhan Sarangan Kembali Menggema, Ritual Sakral Perkuat Identitas Budaya dan Pariwisata Magetan

| Januari 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-16T12:42:36Z
Ritual Sakral Perkuat Identitas Budaya dan Pariwisata Magetan|Jumat,16 Januari 2026|Dok: Eng

GarudaNews86: Suasana khidmat sekaligus meriah mewarnai kawasan Telaga Sarangan pada Jumat Pon bulan Ruwah, Jumat pagi (16/01/2026), saat Tradisi Labuhan Sarangan kembali digelar.

Ritual adat tahunan ini berlangsung semarak dengan diiringi pertunjukan tari tradisional serta kirap budaya yang mengarak tumpeng agung Gono Bahu dan Terdak Ripeh menuju punden Telaga Pasir di tepian telaga.

Puncak acara ditandai dengan prosesi Larung Sesaji, di mana sesaji ditenggelamkan ke tengah Telaga Sarangan sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta bentuk penghormatan kepada leluhur, Kyai Pasir dan Nyi Pasir. Ritual ini juga menjadi sarana doa bersama masyarakat untuk memohon keselamatan, keberkahan, dan kelestarian alam sekitar.

Tradisi Labuhan Sarangan semakin istimewa karena telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dalam domain adat istiadat, ritual khusus, dan perayaan tradisional. Pengakuan ini menegaskan posisi Labuhan Sarangan sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi dan perlu dilestarikan.


Bupati Magetan, Nanik Sumantri, dalam sambutannya menekankan bahwa Labuhan Sarangan bukan sekadar seremoni budaya, melainkan mengandung filosofi kehidupan yang sarat makna.

“Labuhan Sarangan mengajarkan kita tentang spiritualitas, gotong royong, kebersamaan, serta tanggung jawab terhadap alam dan sesama. Tradisi ini harus kita jaga agar tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi tuntunan bagi generasi mendatang,” tegas Bupati.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa pengembangan pariwisata di kawasan Sarangan harus berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan. Ia mengajak pelaku usaha dan masyarakat setempat untuk menyambut wisatawan dengan ramah, jujur, dan bertanggung jawab demi citra positif pariwisata Magetan.

Sejak pagi, ribuan wisatawan lokal maupun luar daerah telah memadati area Telaga Sarangan untuk menyaksikan langsung prosesi sakral ini. Antusiasme pengunjung semakin mengukuhkan Labuhan Sarangan sebagai ikon wisata budaya unggulan Kabupaten Magetan.

Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Forkopimda Magetan, Ketua DPRD Magetan Suratno yang didampingi Ketua Komisi B DPRD Magetan Rita Haryati, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. (Eng)



Editor: Redaksi
×
Berita Terbaru Update