Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Dr Much Muzakky M.F, Sp.JP|Rabu,22 April 2026|Dok: Eng
GarudaNews86: Penyakit jantung masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan. RSUD dr. Sayidiman Magetan mencatat lonjakan kunjungan pasien di Poli Jantung yang rata-rata mencapai 80 hingga 100 orang per hari, bahkan dalam kondisi tertentu bisa menyentuh angka 130 pasien. Rabu (22/4/2026).
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Dr Much Muzakky M.F, Sp.JP mengungkapkan, tiga penyakit yang paling banyak ditangani saat ini adalah gagal jantung, jantung koroner, dan aritmia atau gangguan irama jantung.
“Mayoritas pasien datang dengan kondisi yang sudah cukup berat. Ini menunjukkan bahwa kesadaran untuk deteksi dini masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Menurutnya, penyakit jantung umumnya menyerang usia di atas 40 tahun, terutama pada mereka yang memiliki faktor risiko yang tidak terkontrol. Tekanan darah tinggi, diabetes, kebiasaan merokok, hingga riwayat keluarga menjadi pemicu utama.
Selain itu, gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik juga mempercepat kerusakan jantung.
“Jika faktor risiko ini tidak dikendalikan, maka penyakit jantung tinggal menunggu waktu untuk muncul,” tegasnya.
Masyarakat diimbau untuk tidak menunggu hingga kondisi memburuk. Pemeriksaan kesehatan secara rutin, khususnya bagi usia di atas 40 tahun, dinilai jauh lebih efektif dalam mencegah komplikasi serius.
Ia menjelaskan, faktor risiko terbagi menjadi dua, yakni yang tidak dapat diubah seperti usia, jenis kelamin, dan genetik, serta faktor yang bisa dikontrol seperti pola makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan hidup.
Untuk menekan risiko penyakit jantung, ada tiga langkah utama yang bisa dilakukan masyarakat:
Olahraga teratur, minimal 150 menit per minggu seperti jalan kaki atau jogging ringan.
Menjaga pola makan, dengan menghindari makanan tinggi lemak dan kolesterol serta memperbanyak konsumsi sayur dan buah.
Berhenti merokok, karena zat beracun dalam rokok dapat merusak pembuluh darah dan memicu terbentuknya plak.
Masyarakat juga diminta waspada terhadap gejala awal serangan jantung, seperti nyeri dada hebat yang berlangsung lebih dari 20 menit, sensasi dada tertekan, serta nyeri yang menjalar ke leher dan lengan kiri.
“Jangan menunggu sampai sesak atau kondisi parah. Serangan jantung bisa terjadi pada siapa saja, termasuk warga di desa. Pola konsumsi minuman manis dan makanan instan saat ini membuat risiko semakin merata,” jelasnya.
Ia berharap, melalui edukasi yang terus dilakukan, masyarakat Magetan semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan jantung dan melakukan deteksi dini guna menekan angka kematian akibat penyakit jantung. (Eng)
Editor: Redaksi
